Sebelum masuknya bangsa asing, Jepang menerapkan politik isolasi yang berlangsung sejak pemerintahan Shogun Tokugawa pada abad ke-17. Tujuannya adalah untuk menghindari pengaruh dari dunia luar, dan takut dengan masuknya pedagang-pedagang asing akan membawa serta imperialisme. Akibatnya Jepang tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan bagi bangsa barat, Jepang sangat strategis sebagai tempat untuk transit dan tempat pemasaran barang-barang hasil produksi. Pada tahun 1846 Amerika Serikat, oleh Komodor Biddlepernah mencoba membuka perdagangan dengan Jepang, tetapi gagal. Kemudian pada tahun 1853Komodor Matthew Perry datang dengan membawa pasukan mengancam kepada Jepang untuk membuka pelabuhannya untuk bangsa asing. Pemerintah Jepang meminta waktu satu tahun untuk berunding.
Pada tahun 1854, Perry datang kembali dengan 7 buah kapalnya dan berhasil memaksa Jepang untuk menandatangani Perjanjian Shimoda (30 Maret 1854) yang menetapkan pembukaan pelabuhan Shimoda dan Hakodate untuk bangsa asing. Akibat peristiwa ini di Jepang muncul kelompok-kelompok anti-Shogun yang menganggap golongan Shogun lemah karena berani menjual tanah airya kepada bangsa asing. Kelompok anti Shogun yang terdiri dari para daimyo dan memihak kepada Tenno, menolak ikut menandatangani perjanjian itu. Pada tahun 1863 terjadi kerusuhan di Selat Shimonoseki. Untuk menumpas kerusuhan ini maka Inggris, Prancis, Belanda, dan Amerika bergabung dan menyerbu Shimonoseki hingga dapat dihancurkan.
Akibat kekalahan itu, Jepang mulai sadar akan ketertinggalannya, bahwa mereka tidak dapat menolak bangsa asing yang memiliki senjata lebih modern. Di lain sisi, pertentangan antara Tenno denganShogun semakin meningkat dan menjurus pada perang saudara. Untuk menghindari perang di antara orang Jepang sendiri, akhirnya pemerintahan Shogun Yosinobu menyerahkan kekuasannya pada 19 November 1867.
a. Restorasi Meiji
Pada tanggal 14 Desember, Tenno Meiji memegang tampuk kekuasaan tertinggi sebagai kaisar, dan segera mengadakan gerakan pembaharuan yang terkenal dengan nama “Restorasi Meiji”. Gerakan pembaharuan ini meliputi segala bidang, yaitu :
1) Bidang politik
Langkah pertama yang diambil adalah memindahkan ibukota dari Kyoto ke Tokyo yang lebih strategis. Bentuk negara diubah menjadi monarkhi konstitusi, dengan pembagian kekuasaan menjadi tiga (legislatif, eksekutif, dan yudikatif). Selain itu dibentuk pula Parlemen. Feodalisme dihapuskan. Daimyo dijadikan sebagai pegawai negeri dan tanah-tanah yang mereka kuasai diserahkan kepada Tenno. Pada 11 Februari 1890 UUD disahkan oleh Tenno. Dibuat pula lambang negara yaitu bendera Kinomaru dan lagu kebangsaan “Kimigayo”. Tokoh yang berjasa dalam pembaharuan bidang politik ialah Ito Hirobumi.







